Ringkasan Buku Filosofi Teras

Alhamdulillah akhirnya bisa dipertemukan dengan buku ini, bisa membaca dan meringkas isi bukunya. Merupakan keberuntungan bagi orang-orang yang digerakkan hatinya untuk mau membaca dan memahami isi buku ini. Tidak salah jika buku ini menjadi best seller sepanjang masa. Buku yang tidak hanya wajib ditamatkan, tapi juga wajib dipraktikkan.

Buku karya Henry Manampiring, berisi 312 halaman, terbitan tahun 2019.




1. Survey Khawatir Nasional


Biaya dari kekhawatiran
  1. Menghabiskan energi pikiran
  2. Menghabiskan waktu dana juga uang
  3. Mengganggu kesehatan tubuh
Wawancara dengan Dr Andri Sp.Kj
  1. Kondisi psikis berkaitan dengan kesehatan tubuh kita
  2. Jika dalam keseharian kita terbiasa hidup dengan cemas dan stres untuk jangka panjang, maka tubuh juga beradaptasi dalam rentang waktu tersebut
  3. Bukan situasi penyebab stresnya yang menjadi masalah, tetapi persepsi kita akan situasi tersebut. Manajemen cemas = manajemen persepsi
  4. Dengan media sosial, kita mengalami banjir informasi yang belum tentu benar. Ini bisa menambah kekhawatiran.


2. Sebuah Filosofi yang Realistis


Yang ingin dicapai oleh stoisisme adalah
  1. Hidup bebas dari emosi negatif
  2. Mengasah kebajikan, 4 kebajikan utama
  3. Kebijaksanaan
  4. Keadilan
  5. Keberanian
  6. Menahan diri
Mengapa tetap relevan
  1. Untuk menghadapi masa sulit
  2. Untuk globalisasi
  3. Filsafat kepemimpinan
Filosofi teras atau stoisisme adalah aliran filsafat Yunani Romawi purba yang sudah berusia lebih dari 2000 tahun, tetapi masih relevan untuk kondisi manusia zaman sekarang
Stoisisme bukan agama kepercayaan, mengandung banyak ajaran dan nilai universal
Tujuannya hidup dengan emosi negatif terkendali dan dengan kebajikan atau bagaimana kita hidup sebaik baiknya seperti seharusnya kita menjadi manusia.


3. Hidup Selaras dengan Alam


  1. Manusia harus hidup selaras dengan alam jika ingin hidup yang baik
  2. Keluar dari keselarasan dengan alam adalah pangkal ketidakbahagiaan
  3. Hidup selaras dengan alam artinya kita harus sebaik-baik menggunakan nalar, akal sehat, rasio, karena itulah yang membedakan manusia dengan binatang
  4. Filosofi teras percaya bahwa segala sesuatu di alam ini saling terkait, termasuk di dalamnya segala peristiwa yang terjadi di dalam hidup kita
  5. Melawan atau mengingkari apa yang telah terjadi artinya keluar dari keselarasan dengan alam.

4. Dikotomi Kendali


  1. Dalam hidup ada hal-hal yang di bawah kendali kita dan ada yang tidak. Orang yang bijak adalah yang bisa mengendalikan kedua kategori ini dalam segala hal di dalam hidupnya.
  2. Hal-hal yang tidak di bawah kendali kita : kekayaan, reputasi, kesehatan, dan opini orang lain. Hal yang dibawah kendali kita : pikiran, opini, persepsi dan tindakan kita sendiri.
  3. Walaupun kekayaan, kesehatan, kecantikan, ketenaranbisa diusahakan, tetapi tidak menjamin tidak bisa diambil dari hidup kita karenanya mereka termasuk di dalam hal -hal diluar kendali.
  4. Baik tidaknya hidup kita hanya bisa dinilai dari hal-hal di bawah kendali kita
  5. Mengerti dikotomi kendali tidak sama dengan pasrah pada nasib
  6. Trikotomi kendali dari William Irvine memperkenalkan kategori ketiga sebagian di bawah kendali kita misal studi, karier, bisnis. Tugas kita memfokuskan pada internal goal yang masih di bawah kendali kita dan selalu siap menerima hasil yang diluar kendali
  7. Waspada tirani opini orang lain akan hidup kita
  8. Segala hal di luar kendali kita adalah indifferent tidak berpengaruh terhadap baik tidaknya hidup kita
  9. Belajar tidak mengingink hal hal di luar kendali kita.


5. Mengendalikan Interpretasi dan Persepsi

Melawan Interpretasi Otomatis

Kita Harus Sadar dengan Apa yang Kita Pikirkan Pada Situasi Tertentu


  1. Manusia kerap kali disusahkan bukan oleh hal-hal atau peristiwa, tetapi oleh opini,interpretasi, penilaian/value, judgment akan hal-hal atau peristiwa tersebut.
  2. Filosofi teras tidak memisahkan antara emosi dan nalar/rasio. Emosi negatif dianggap sebagai akibat dari nalar/rasio yang keliru.
  3. Saat kita mengalami peristiwa hidup, seringkali kali ada penilaian otomatis yang muncul, dan jika tidak rasional, maka penilaian otomatis ini memicu emosi negatif.
  4. Kita memiliki kemampuan untuk tidak menuruti nilai/value judgment otomatis tersebut. Kita mampu untuk menganalisis sebuah peristiwa/objek dengan rasional, khususnya untuk memisahkan antara fakta dan objektif dari penilaian/opini subjektif kita
  5. Langkah-langkah yang bisa dilakukan dengan akronim STAR dapat dipraktikkan saat kita mulai merasakan emosi negatif.
  6. Kita juga bisa mengendalikan respon lebay terhadap segala hal dengan mengingat betapa remehnya masalah kita dilihat dari jauh, bahwa tidak ada yang sungguh sungguh baru di kehidupan manusia dan pada akhirnya semua akan terlupakan oleh waktu.

Intisari wawancara dengan Wiwit Puspitasari 

  1. Penyebab kekhawatiran seringkali adalah karena adanya pendapat, opini yang irasional (contoh dunia harus adil)
  2. Terapi metode cognitive behavior berusaha mengatasi emosi negatif dengan mengubah pola pikir dan perilaku. Pola pikir keliru dihadapkan dengan bukti-bukti nyata yang tidak mendukung pola pikir tersebut.
  3. Belajar menerima hal-hal yang tidak ada di bawah kendali kita bisa membantu kita mengatasi stres 


6. Memperkuat Mental


  1. Kekhawatiran dan kecemasan kaaiata lebih ambanyaj yang akhirnya tidak terjadi
  2. Premeditatio molarum adalah teknik memperkuat mental dengan membayangkan semua kejadian buruk yang mungkin terjadi di hidup kita di hari ini dan ke depannya.
  3. Perbedaan premeditati malorim dan kekhawatiran tidak beralasan adalah dalam premeditatio molarum kita bisa mengenali peristiwa di luar smkendali kita dan memilih bersikap rasional
  4. Manfaat lain dari premeditatio molarum adalah membantu kita mengantisipasi peristiwa buruk jika terjadi dan karenanya tidak terlalu terkejut jika benar-benar terjadi d
  5. Hubungan kita dengan rejeki adalah pengguna atau peminjam,kita harus selalu siap ketika segala rejeki dan keberuntungan kita di ambil lagi oleh Allah.
  6. Ada banyak hal-hal negatif dalam hidup ini yang sebenarnya remeh dan tidak perlu dibesar-besarkan.
  7. Saat kita menerima musibah besar dan kecil, bayangkan bagaimana kita akan bersikap jika ini Menimpa orang lain.
  8. Orang yang benar-benar kaya adalah dia yang merasakan cukup. Orang yang benar-benar miskin adalah dia yang masih mengingink lebih 
  9. Amor dari, cintai nasib, apa yang telah terjadi dan sedang terjadi saat ini. 

Intisari wawancara dengan Lilia
  1. Santai saja, jangan memusingkan hal-hal yang tidak perlu
  2. Jangan biarkan media sosial dan penghuninya mengambil terlalu banyak perhatian kita
  3. Stoisisme sangat relevan bagi enterpreneur/pengusaha dalam menyikapi kegagalan dan penolakan
  4. Jangan biarkan politik dan ilusi perbedaan memecah belah kita


7. Hidup di Antara Orang Yang Menyebalkan


  1. Filosofi teras sangat menaruh perhatian pada hubungan antarmanusia, karena para filsuf stoa percaya bahwa naturr manusia adalah mahluk sosial.
  2. Dalam kehidupan sosial, kita pasti harus berhadapan dengan perilaku manusia lain yang menyebalkan.
  3. Kalau kamu merasa tersinggung oleh ulah dan perkataan orang lain, itu sepenuhnya salahmu sendiri.
  4. Di balik perilaku menyebalkan orang lain, kemungkinan besar tidak ada motivasi/niatan jahat, tetapi ketidaktahuan/ignorance
  5. Orang yang melakukan perbuatan menyebalkan karena tidak tahu justru seharusnya dikasihani dan diajari buka dimarahi.
  6. Tidak ada yang bisa merendahkan jiwamu
  7. Kemarahan kita jauh lebih merusak daripada penyebab kemarahan itu sendiri 
  8. Selalu ingat kemungkinan bahwa kita yang salah atau keliru
  9. Kurang kerjaan membuka celah untuk niat jahat
  10. Instruct and endurem Tugas kita adalah membangun orang laina atau menanggung/menolerir mereka.
  11. Kemarahan sama dengan gila sementara 
  12. Kejujuran adalah bagian dari selaras dengan alam. Ketidakjujuran membawa kerugian di saat ini juga
  13. Terkadang, memang ada orang-orang yang layak dihindari dalam hidup
  14. Waktu adalah harta yang terus menerus berkurang, jangan dihamburkan kepada orang-orang yang tidak membuat hidup kita lebih baik 

Insitasi wawancara dengan Cania

  1. Stoisisme adalah aliran filsafat yang lebih mementingkan pengendalian emosi, bukan sekedar topik intelek untuk diperbincangkan saja
  2. 10% masalah hidup adalah masalah hidup itu sendiri, 90% nya adalah bagaimana kita merespon masalah itu
  3. Mensimulasi kemungkinan terburuk dari setiap tindakan membantu kita mengantisipasi, termasuk di media sosial.
  4. Online bullying bisa dihadapi dengan tenang, bahkan bisa menjadi kesempatan dialog positif yang membangun.
  5. Anak muda terlalu banyak membandingkan diri dengan kehidupan orang lain (yang tampak sempurna) di media sosial, ini bisa menyebabkan kekecewaan pada hidup sendiri yang berlanjut rasa marah.


8. Menghadapi Kesusahan dan Musibah


  1. Dalam filosofi teras musibah dan kesusahan adalah opini atau value judgment yang ditambahkan oleh kita sendiri
  2. Walauoun musibah, bencana dan kesusahan yang menimpa sering kali berada di luar kendali kita, respon kita atasnya sepenuhnya ada di tangan kita sendiri.
  3. Filsuf stoa melihat semua kesusahan sebagai kesempatan melatih virtur/arete/kebajikan kita. Saat kita tertimpa kesusahan, kita bisa memikirkan virtur yang bisa dilatih oleh keadaan ini.
  4. Saat tertimpa musibah atau kesusahan, waspadai pola pikir 3P yang merusak (personal, pervasive, permanence)
  5. Kita bisa mengalahkan cobaan dan penderitaan dengan bertahan menanggungnya (endure), bagaikan atlet di pertandingan yang dengan keras kepala membuat lelah lawannya
  6. Latihan menderita selain membantu kita menghadapi kesusahan yang sebenarnya juga bisa membuat kita kembali mensyukuri apa yang sudah kita miliki
  7. Halangan bisa menjadi jalan, dan ini tergantung kepada pikiran kita.


9. Menjadi Orang Tua


  1. Prinsip hidup selaras dengan alam berati juga hidup menggunakan nalar dan rasio kita. Orang tua bisa membantu anak membangun kebiasaan ini 
  2. Anak bisa diajarkan dikotomi kendali dalam menghadapi peristiwa hidup dan teladan dari orang tua 
  3. Fixed vs growth mindset. Fixed mindset menganggap kecerdasan dan bakat adalah sesuatu yang statis, nasib. Growth mindset percaya kita semua bisa berkembang menjadi lebih baik lagi.
  4. Dikotomi kendali bagi orang tua. Apakah orang tua bisa menerima banyak hal dalam hidup anak mereka yang tidak ada di bawah kendali orang tua 
  5. Dalam filosofi teras, laki-laki dan perempuan memiliki anugerah nalar/rasio yang sama dan sejajar dan karenanya pendidikan laki-laki dan perempuan harus sama 
  6. Anak juga harus dilatih kemampuan hidup sosial karena manusia adalah mahluk sosial.
  7. Melatih anak menghadapi perilaku buruk secara sehat dan rasional, termasuk dengan teladan orang tua. Tanpa mengharap dan menagih balasan.
  8. BagaimanMenghadapi duka kehilangan anak ? Filosofi teras mengajarkan berduka yang terkendali nalar

Intisari wawancara dengan Agstried Piethers

  1. Sering kali orang tua memiliki tuntutan yang tidak realistis terhadap perkembangan putra putri mereka
  2. Prestasi anak menjadi tidak worth it jika proses pencapaiannya tidak menyenangkan.
  3. Parenting adalah bisa melepaskan hal -hal yang tidak bisa kita kontrol dan fokus pada hal-hal yang bisa kita kontrol


10. Citizen of the World


  1. Kita semua adalah kosmopolit, warga dunia. Kita semua berasal dari akar yang sama, tidak ada alasan untuk membeda bedakan suku, agama, ras, kebangsaan untuk bersikap manusiawi.
  2. Haruskah kita turut serta mengatasi permasalahan dunia dan isinya tidak berpangku tangan
  3. Jika dihadapi bersama , makan banyak masalah yang tadinya di luar kendali jadi berada di kendali 
  4. Apakah kita bisa merasa peduli dengan kesusahan mereka ?


11. Tentang Kematian


  1. Segala sesuatu yang selaras dengan alam adalah baik, termasuk kematian.
  2. Hidup bukan soal panjangnya tetapi soal kualitasnya.
  3. Hidup yang selaras dengan alam, menggunakan nalar, menjalankan kebajikan akan membawa hidup yang baik bahkan hidup yang singkat sekalipun 



Post a Comment

0 Comments